Jumat, 18 November 2016

JEMUJURINDU

Bicara soal JENUH? nampaknya gejala itu tipis dengan RINDU.
Why am I so perfectionism person?

Berapapun nada yang saya coba tembangkan, terasa begitu parau di satu titik
Di mana dunia terasa lebih ciut dari hari biasanya.
Ya titik beku. Kau akan membeku untuk tahu.

Saya sungguh pilu dengan chord yang tak menentu
Di mana pagi harusnya biru terhempas dan berabu.

Coba kau pahami nada itu,
Lamunan tentang Rindu yang menggebu...

Di mana hanya ada saya dan kamu
Di ruang bisu.

Selasa, 08 November 2016

Aksi Damai 411, tentang Rindu yang meredam Sesak di Dada

Di mana saya akan berdiri?
Tentu saya berusaha berdiri untuk terus ingin tahu apa arti saya ada di sini.
Diciptakan oleh suatu kekuatan besar, Pun maha pencipta atas semua yang sudah saya rasakan dan saya lihat. Hingga saya merasa sangat kecil, sebab banyak sekali yang saya belum ketahui ataupun saya pahami betul, ternyata agama yang saya anut adalah agama paling "Toleransi".

Mengapa saya bilang seperti itu? Penjelasan singkat ini memang belum lengkap jika tanpa ayat. Namun sejujurnya sayapun baru memulai untuk membangun konsistensi diri dalam menjalankan segala perintah-Nya semenjak saya resign dari dunia kerja di akhir Okt tahun lalu (2015). Alhamdulillah tanpa saya sadari, dalam aksi 411 Indonesia, suami saya yang seorang seniman tergerak hatinya untuk mengikuti aksi tersebut. Awalnya saya heran mengapa dia begitu antusias, hingga hati bertanya-tanya, suami saya yang terlihat sangat demokratis dalam keluarga. JUGA.. Nyentrik abis dalam style *seniman*nya, mampu tergerak hati menjadi bagian dari umat yang menyuarakan keadilan. Pasti bukan hanya saya saja yang sangat kaget? Begitupun teman-temannya yang 90% adalah dari kalangan seniman dan kolektor juga punya pendapat berbeda ttg hal ini, apalagi melihat Gatot Wijoyo turun aksi damai tsb. 

Pagi di rumah kami yang lokasinya dekat dengan stasiun Rawa Buntu di daerah BSD, suami tidur pukul 04.00 pagi dan bilang nanti jam 6 tolong dibangunin ya. Saya meng-iya-kan walaupun saya sendiri saat itu sehabis subuh malah ketiduran sebab kurang enak badan (read: flu). Tetiba dia sudah bangun duluan, dan juga membangunkan saya. Saya tanya siapa yang membangungkannya. Dia jawab dengan tegas, entahlah... sepertinya niat ini yang membuat saya bangun begitu saja. MasyaAllah.. Pagi yg teduh sungguh menyejukkan hati ini. Setelah kami sarapann bersama, saya dan suami bercakap sambil update info by FB, ternyata satu teman kami juga berangkat menuju Jakarta, namanya mas Aryo, Aryo Respati. kami putuskan untuk menghubunginya dan suamipun berangkat berdua dengan beliau.

Pemandangan yang tidak biasa di jalan arah stasiun, para rombongan kokoh putih dan jilbab syar'i memenuhi antrian loket krl, alhamdulillah semua tertib dan perlu dicatat : SEMUA BAYAR tiket. Saya tidak ikut ke tkp sebab putri kami masih kecil, namun pagi itu saya membantu dalam tembang doa dan dhuha.... berharap keadilan akan datang pada kami yang selalu beriman padaNya. berharap semua berjalan damai sesuai yang kita inginkan semua, bangsa majemuk, bangsa Indonesia. Perjalanan jihad-pun dimulai, sementara saya melihat siaran televisi dan sesekali menanyakan kabar suami melalui ponsel.


Pada hari tersebut suami pulang kurang lebih pukul 01,00 pagi hari selanjutnya, beliau mulai bercerita pengalaman luar biasa yang sebelumnya tidak didapatkannya. Islam yang begitu toleransi dan penuh kasih sayang, kumandang sholawat dan doa serta teriakan Allahu Akbar tak henti mendampingi perjalan aksi damai tersebut. Jalanan penuh sesak hingga sangat lambat untuk bergerak. Namun anehnya perasaan lapar dan dahaga tidak begitu berarti, mungkin karena rahmat Allah yang menjaga setiap mujahid tsb. Bahkan BMKG juga menyebutkan Jabodetabek diguyur hujan, di rumah saya hujan deras, tetapi Jakarta tidak. MasyaAllah... sungguh besar keagunganMu ya Rabb. Para koordinator aksi selalu mengingatkan setiap ada yang kelelahan atau emosi, bahwa ini aksi damai, jangan ikuti nfsu provokator. Begitulah kira-kira, saya membayangkan seperti Tabligh Akbar, namun ini 2,3juta peserta yang datang. Hmm... bisa membayangkan-nya sobat? atmosfer islami dalam sehari yang mampu mebius hati. Tak luput juga, teman-teman dari Semut Ibrahim membantu dalam proses kebersihan. Sehingga saat aksi tersebut, muslim sudah belajar dan sangat cerdas dari demo sebelumnya, sudah mengantisipasi semua hal yang akan terjadi serta bagaimana penanganannya.

-----sayangnya kisah ini tidak berakhir bahagia seperti yang di tivi2, lantaran Pak Pretsiden yang ingin ditemui tiba-tiba lebih mengejutkan ketimbang sendal hilang selepas sholat jumat.------------

Incidents unforgettable"
Kejadian hari Jum'at 4 nov 2016 telah mencoreng ibadah shalat jum'at bagi muslim Indonesia. Ke depan hal ini tidak boleh terulang lagi.
Biasanya selepas shalat jum'at ada kejadian sandal/ sepatu hilang. Tapi kemarin lebih parah....selepas shalat jum'at.... Presiden RI HILANG !!! 😋

Senjapun turun dan sekitar 18.00 mulai bersiap kembali
Namun sehabis magrib, aksi yang masih berlangsung damai itu berubah sebab munculnya beberapa provokator, bukan dari golongan aksi damai. Dan sedihnya para aparat polisi menembakkan gas air mata dg dosis tinggi. Sehingga para ustadz ulama dan santri bagian terdepan mendapatkan luka, bahkan ada yang meninggal yaitu ustadz dari binong, semoga amal jihad menjadikannya lebih mulia daripada orang-orang yang mendustakan agamanya.



Dan... yang perlu dipahami adalah kami berusaha menegakkan kebenaran dan keadilan, bukan pada basuki dan pilkadanya. Tapi, jika ada pemimpin seperti itu dan tidak bermerk (tidak punya personal branding yang baik). Bagaimana generasi selanjutnya? Jadi biarlah Anda berkata seperti apa, mungkin kita berada di jalan yang sama, Al- quran adalah pedoman hidup kami. Maka siapapun yang menghina, mendustakan serta tidak menghormatinya, kami-pun akan berprilaku seperti itu. Tidak pandang Basuki, walaupun basuki tidak punya bulu. Ingat ya, kami semua tidak menginkan negara, harta apau apapun, hanya satu yakni keadilan dan harapan toleransi dalam keberagaman. Namun hal itu sepertinya belum ditunjukkan juga oleh pak Presiden. Di situ lah.... sesak di dada ini makin membuncah. Hanya kerinduan akan kehadiran Rabb lah yang membantu kami untuk mengontrol semua ini. 

Jadi, harapan kedepannya adalah, seorang pemimpin yang mampu membangun akhlak dengan sangat baik, sebab ia adalah simbol dari Pemerintahan dan seharusnya menjadi inspirasi rakyatnya.

Image result for ronald reagan peace quotes

-----------------------------------------------------------------
Di sini kadang saya merasa sedih. Di sini pula saya ingin menampar... :(
Di daerah minoritas Muslim tapi punya walikota Muslim yang sangat menghargai rakyatnya sehingga dia dapat merangkul semua kepentingan bersama (LONDON). Nah... di Indonesia, dalam mayoritas Muslim namun pejabatnya yang tidak menghargai keyakinan umat Islam.

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/gak-nyambung-ahokers-sandingkan-foto-ahok-dengan-sadiq-khan.htm#.WCKZTNV97IU

SALAH SATU KOMEN utk Basuki yang disandingkan Sadiq Khan.
*Disandingkan klo setara sih enggak, klo judulnya beauty & the beast baru cocok :)

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/ahok-berani-karena-pegang-kartu-truf-jokowi.htm

Nah ini juga perlu dibaca, mengapa pak Pretsinden kita hanya mempresideni Basuki sahja.
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/ahok-berani-karena-pegang-kartu-truf-jokowi.htm






Finally... semoga saya, suami dan kami semua prajurit NKRI dapat menjadi generasi Al Maidah 54.





Sabtu, 03 September 2016

Ulasan | Review Film TE3N 2016 ‧ Mystery/Film drama ‧ 2 j 16 m

Film bergenre mistery non horror, crime, romance, justice, all about hope in relationship and friendship.

Film yang berhasil mencuri analisis saya dengan alunan lembutnya di plot2 ceritanya. Mampu membius visual secara apik dan menghadirkan sisi dramatis yang tidak melankolis! Wow! Amazing deh.... Ini film untuk kamu yang suka mistery tapi gak perlu jadi sanksi. Tetaplah eksis untuk berimaji, hal yang selalu berulang dan ditekuni akan jadi sesuatu yang fantastis. Bak meluapkan segala emosi dalam satu karya surgawi. 

Nonton deh si aki-aki keren dengan ketabahan dan penuh kesabaran dalam mengelola kesedihannya. Hingga perjalanan panjang selama 8 tahun berbuah manisnya hidup, yang sejati intinya adalah bagaimana kita ber-MANUSIA! 

Hehe... inget pidatonya ustadz Dzakir Naik kan tentang apa yang mendasari bahwa sains itu ada di dalam Al Quran dan perbedaan mendasar antara Sains dan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari? Islam dan ajaran Al Quran mengajarkan kita untuk saling merasakan. hidup Bertoleransi. Bagaimana kita bersikap jika seseorang melakukan hal yang sama persis kita lakukan. Sedangkan sains hanya sebatas, hukum aksi dan reaksi yang terjadi dalam 1 hal tanpa terhubung dengan feedback. Misalnya: secara ilmiah, (berfikir secara ilmiah, apa kerugian dari mencuri? Bagi si pencuri tidak ada kerugian sedikitpun justru itu menguntungkan). Namun secara Islam dan ajaran al Quran, Ketika pencurian itu terjadi dan bayangkan jika si pencuri itu mengalami hal yang sama, alias di CURI, barulah kita merasakan akibatnya. Jadi isla mengajarkan TOLERANSI.

Eitsss...... tapi di film ini memang tidak berselimut ajaran Islam namun intisarinya sama. Manusia (bukan secara ilmiah) baru menyadari kesalahannya ketika hal yang sama terjadi pada dirinya sendiri. Hmmm.... Jadi makin penasaran kan sama isi lengkap film tersebut? Lets gooo..................... Cari di streaming Online ataupun di DVD terdekat di kotamu!



Sabtu, 27 Agustus 2016

Biola Tak Berdawai Sang Penangkap Cahaya

Diputar tepat saat saya dan si gadis kecil sedang mandi lempung di dataran bulan.. Cipratan demi cipratan dr lempung saling mengisi sampai ke bentuk sempurna ...bukan patung juga sih mungkin lebih tepatnya hanya sebuah keramik lentik cantik ,..siapapun terbius ingin terus menembus cakrawala dari bilik lubang yg ada. Fisiknya mungkin seperti biola tak berdawai ... Namun setelah melihat lubang tersebut kamu akan takjub betapa gelap disana utk memahami betul cahaya itu sangat berharga walaupun setitik jumlahnya..
Ahh hayalan apa lagi ini, Nduk?
Andai bisa sehari saja berdamai dgmu 😬

Jumat, 19 Agustus 2016

Secangkir Kopi Cinta ( A Cup of Love Coffe)


Mengapa aku begitu ingin mengulangnya kembali?
Mengapa aku begitu merindukan hal itu lagi?
Mengapa hati ini terus saja meronta ?
Mengapa fikirku selalu membiasnya?

Apakah daku terlalu manja?
Apakah situasi ini yang menyudutkan emosiku?
Apa benar aku masih sehat?
Apakah ini bagian yang sulit tertebak dari bilik hatiku?

Sayang,ingin menyentuhmu dengan manja..
Membelai rambutmu diseling sedikit canda tawa
Kemudian tak lupa Mencumbu mesra bibirmu yang sllu memikat..
Hmmm, satu lagi…. Memeluk hangat aroma tubuhmu, aku kangen tingkat kuadrat tak terhingga!

Arrrrrggggggggg, ingin berteriak sepuasnya
Kangen lantunan tembang itu. Tembang cinta yang tertunda..

Hatiku gusar, terperangkap sajak sajak rindu
Terpenjara dalam sel-sel kesetiaan,
Terjilat sedikit api cemburu...
Entah bagaimana bisa sekomplit ini.

Taukah jenis pemantik rinduku hari ini?
Hanya Secangkir kopi...
Ya. Secangkir kopi percikkan derasnya sel kerinduan di tiap detik denyut arteri ku….